Trans Nusa Air layani penerbangan lokal di NTT
Kupang, PK
Perusahaan penerbangan PT Trans Nusa Air Service-Kupang mulai awal Agustus 2005 akan melayani penerbangan lokal antar-daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan konsorsium pengusaha NTT ini akan mengoperasikan pesawat jenis Air Transportation Regional (ATR) 42 berkapasitas 46 tempat duduk. Direktur Utama (Dirut) PT Trans Nusa Air Service - Kupang, Juvenille Djojana, mengatakan hal itu saat peresmian Kantor Trans Nusa Air - Kupang, di Jalan Soedirman, Kuanino Kupang, Senin (25/7). Rute penerbangan lokal yang akan dilayani Trans Nusa Air, yakni Kupang-Kalabahi (Alor), Kupang-Ende, Kupang-Maumere (Sikka), Kupang-Larantuka (Flores Timur), Kupang-Atambua (Belu), Kupang-Waingapu (Sumba Timur), dan Kupang-Ruteng (Manggarai)-Labuan Bajo (Manggarai Barat). Menurut Juven, Trans Nusa Air yang hadir dengan motto; Kami Hadir Untuk Melayani Anda, sebagai bentuk kepeduliannya dan teman-temannya yang tergabung dalam konsorsium pengusaha NTT terhadap terhambatnya roda pemerintahan dan pembangunan ekonomi di NTT akibat keterbatasan sarana transportasi udara. Juven mengemukakan, pelayanan penerbangan Trans Nusa Air di NTT akan mengggunakan pesawat Turbopropeller yang diproduksi tahun 1990 jenis ATR 42 berkapasitas 46 tempat duduk dan memiliki teknologi terbaru sehingga lebih aman dalam penerbangan jika dibandingkan dengan pesawat sejenis yang telah terlebih dahulu hadir di NTT. Pengadaan pesawat ini, kata Juven, merupakan kerja sama Trans Nusa Air dengan Trigana Air selaku operator pesawat Trans Nusa Air. Juven mengatakan, pada tahap awal akan melayani delapan rute penerbangan, yakni Kupang-Alor, Kupang-Ende, Kupang-Maumere, Kupang-Larantuka, Kupang-Atambua, Kupang-Waingapu, dan Kupang-Ruteng-Labuan Bajo. Rute-rute tersebut, menurut Juven, diprioritaskan karena memiliki rata-rata penumpang melebihi kapasitas pesawat yang dioperasikan PT Merpati Nusantara Airliens (MNA) dan PT Pelita Air Service. Mengenai penerbangan awal yang baru melayani delapan rute, Juven mengatakan, itu baru tahap awal dan saat ini pihaknya sedang mengkaji daerah lain. Jika berpotensi, katanya, tidak menutup kemungkinan akan dilayani. "Pesawat kita ini cukup besar Jadi tidak semua bandara di NTT bisa didarati. Tergantung panjang run way dan komersil atau tidak karena kita ini bisnis. Soal run way akan kita bicarakan dengan pemerintah daerah masing-masing. Kalau bersedia kita akan layani karena bagaimanapun kita tetap memperhatikan keselamatan penerbangan," katanya. Selain melayani penerbangan di NTT, lanjut Juven, Trans Nusa Air akan bekerja sama dengan operator penerbangan lain sehingga bisa melanjutkan penerbangan penumpang Trans Nusa ke Jawa dan Bali. "Saat ini kami telah menunjuk perwakilan kami di masing-masing rute, dan menurut rencana kami melakukan penerbangan perdana pada minggu pertama Agustus," kata Juven. Juven mengaku kehadiran Trans Nusa Air di NTT mendapat sambutan dan dukungan positif dari Gubernur NTT, Piet A Tallo, S.H, Kepala Dinas Perhubungan NTT, Ir. JM Sitepu, dan pemerintah kabupaten/kota di NTT, serta seluruh lapisan masyarakat NTT. Ia berharap sambutan hangat pemerintah daerah ini dapat mempercepat izin rute bagi Trans Nusa sehingga bisa lebih cepat melayani penerbangan di NTT. Dengan meningkatnya transportasi udara, Juven berharap bisa menarik investasi masuk ke NTT.