Bae sonde Bae

August 4th, 2005

Lowongan di Kupang - Food For Work Officer

Posted by flobamora in Current Affairs
Lowongan di Kupang - Food For Work Officer (Padat Karya Pangan).
Lamarannya di kirim ke: indo_hrd@yahoo.com (indo_hrd*yahoo.com)
An International NGO is recruiting for a FOOD FOR WORK OFFICER with extensive
water and sanitation engineering experience. The position is based in Kupang
with frequent travel to Atambua.

Job Summary:

The FFW Officer is responsible for the development and supervision of CRS DAP
FFW activities; The incumbent will be designing the FFW project activities,
establishing the guidelines for, and monitoring tools of, project
implementation, supervising FFW project implementation, designing and conducting
training to improve the capacity of Partners in managing the project
implementation, and supporting Partners to build FFW project with high standard
quality

Job Responsibilities :

1. Develops action plans on the types of FFW projects to be carried out
by the Partner which are in line with the goal and objectives of DAP program

2. Designs FFW projects in the most "cost effective" way where as much
locally available material as possible is utilized to minimize the utilization
of outside funding

3. Develops guidelines for easy implementation of FFW projects by
implementing Partners.

4. Develops and updates monitoring tools to collect and analyze
information from the field.

5. Provides technical assistance to implementing Partners on the proper
implementation of the projects by making regular visits to project sites.

6. Provides recommendations for the improvement of program quality based
on the findings of monitoring reports.

7. Designs and conducts development training for FFW Staff and target
community members to improve their capacity in managing FFW projects for long
term sustainability

8. Maintains good working relationships with implementing Partners
without compromising project quality.

9. Monitors the utilization of the PMS budget approved for the FFW
project implementation.

10. Ensure the monthly reports are submitted in a timely manner by the
implementing Partners

11. Maintains and updates the status of projects being implemented by
Partners

12. Compiles monthly report of activities produced and sent by implementing
Partners.

13. Reports the compilation of FFW data to DAP Field Manager to be used as
materials for bi-annually reports to Donor/CRS - MO

14. Work with the Health Officers to disseminate health Messages to
secondary audiences.

15. Coordinates with M&E staff to ensure that the FFW M&E system is
functioning properly.

16. Performs other duties as requested by the DAP Field Manager.

Key Working Relationships

INTERNAL: Logistics Officer, Administration Supervisor, Finance
Manager/Assistant, Health and Nutrition Staff

EXTERNAL: Implementing Partners

Qualifications
Graduate of Civil Engineering degree or a related field
Minimum 2 years working experiences in FFW projects (preferably with
international NGOs), with significant experience with the Food for Work
activities.
Good written and spoken English
Good interpersonal skills
Good analytical and problem solving skills
Good ability to work in a team
Willing and able to travel to the field
Strong computer skills

For those interested, please send your application and CV no later than August
20, 2005 to the following address. E-mail subject should be mentioned as
"Application for FFW Officer - KPG":

August 3rd, 2005

Daging Se’i dari Kupang

Posted by flobamora in Food and Drink

Bukan orang Jalansutra kalau dia tidak dapat menemukan makanan yang diingininya. Untungnya, kami tidak harus pergi ke Kupang untuk mencicipi makanan khas yang satu ini.

Ceritanya berawal sekitar tiga minggu yang lalu ketika kami membahas soal daging se’i khas Kupang, Nusa Tenggara Timur di Forum (milis) Jalansutra. Pada dasarnya, daging se’i adalah daging sapi yang dibumbui, dan kemudian diasap agar dapat disimpan lama. Bagian daging yang kurang berlemak dipotong dalam bentuk memanjang, dilumuri dengan bumbu-bumbu, dan diasap hingga matang dan setengah kering. Bila akan disajikan, daging se’i dimasak lagi sesuai dengan citarasa yang diingini.

Kebetulan saya pernah makan daging se’i di sebuah festival masakan nusantara beberapa tahun sebelumnya, sehingga saya tahu bagaimana kelezatan masakan yang sedang hangat dibahas itu. Sekalipun warga Kupang kebanyakan beragama Katholik dan Kristen, tetapi daging se’i hampir selalu dibuat dari daging sapi. Kalau mau daging se’i yang dari daging babi harus dipesan secara khusus. Sedangkan yang dijual untuk umum di Kupang dapat dipastikan terbuat dari daging sapi.

Karena begitu banyak yang menjadi ngiler ketika membahas hidangan khas ini, maka kami pun beramai-ramai ‘menyandera’ Gadsya Angela yang putri Kupang itu untuk mengorganisasikan acara makan siang bagi kami dengan hidangan khas Kupang. Untungnya, Rieke Foenale (ibunya Gadsya) pintar masak, dan mereka pun berkolaborasi dengan tantenya yang bernama Yvonne Foenale Daud untuk menyelenggarakan acara makan siang itu. Kebetulan pula Yvonne adalah pengurus Anjungan NTT di Taman Mini Indonesia Indah. Terima kasih kepada Gadsya, ibunya, dan Tante Yvonne yang telah kami buat repot. Juga kepada moderator Arie Parikesit dan Christine Bawole yang menjadi ketupat (ketua panitia) acara ini.

Tidak tanggung-tanggung, JS-er yang mendaftar untuk ikut acara ini mencapai jumlah 150 orang. Maka, pada suatu hari Sabtu kami pun berdatangan ke TMII untuk berpesta hidangan khas Kupang. Dr Sindhiarta Mulya bahkan mengajak serta Prof Dr HOK Tanzil untuk mencicipi hidangan ini. Prof Tanzil yang sudah mengunjungi hampir semua negara di dunia masih tetap setia dengan catatannya. Setiap malam ia menulis entry untuk buku hariannya. Satu-satunya orang sepuh lainnya yang saya kenal mempunyai disiplin menulis buku harian lengkap adalah Pak Hadjiwibowo, mantan direktur Unilever.

Siang itu, daging se’i-nya dihidangkan secara masak merah. Mirip sekali dengan resep yang sebelumnya pernah diberikan oleh Pak R Zainuddin di Forum Jalansutra. Daging se’i juga disajikan dalam bentuk lain, yaitu tumis bunga pepaya dan tumis pare. Kedua hidangan ini sangat mirip dengan masakan Manado. Bedanya, ditambah irisan tipis-tipis daging se’i. Sungguh lezat!

Aslinya, masakan ini tidak dimakan dengan nasi, melainkan dengan jagung bose - semacam bubur jagung yang dimasak dengan kacang merah. Sebelum dimasak, bulir-bulir jagung tua direndam dalam air kapur. Sekalipun bentuknya mirip bubur kasar, tetapi jagung bose ini cukup padat dan mantap sebagai staple food pengganti nasi.Lauk khas lainnya yang cocok untuk makan jagung bose adalah perut cuka, yaitu jerohan sapi yang dimasak dengan bumbu cuka. Padahal, rasa cuka dalam makanan itu justru hanya lamat-lamat terasa di latar belakang. Penampilannya lebih mirip oseng-oseng jerohan dengan bumbu minimalis.

Perut_cuka

Sebagai kondimen dihidangkan sambal lu’at yang pedesnya luar biasa. Sambal ini dibuat dari cabe merah dan cabe rawit, dengan bumbu jeruk nipis (beserta kulitnya), bawang putih dan kemangi. Sambal lu’at yang unfogettable ini hanya salah satu bukti betapa kayanya pusaka kuliner Nusantara.

Kondimen lainnya adalah ikan lawar dan hati lawar. Ikan lawar sangat mirip rusip dari Bangka atau mencalok dari Kalimantan Barat, yaitu ikan teri mentah yang direndam dalam cuka dan irisan cabe merah. Kalau Anda pernah mencicipi ceviche yang populer di Amerika Selatan, Anda juga akan menemukan kemiripan ikan lawar dengan ceviche. Bedanya, ceviche biasanya dibuat dari cumi-cumi mentah. Hati lawar dibuat dari hati sapi mentah. Wah, dengan sambal lu’at dan ikan lawar saja kita sudah bisa menghabiskan sebakul nasi. Apalagi ditambah lauk-pauk lezat lainnya.

Orang Kupang juga punya masakan khas dari daging sapi yang disebut karmanachi. Dagingnya diiris tipis-tipis dan ditumis dengan bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, dan kecap manis. Rasanya sangat mirip masakan Jawa yang disebut daging lapis atau krengsengan. Ada juga kemiripannya dengan versi sapi dari masakan peranakan yang disebut bak cian.

Di Kupang, biasanya karmanachi tidak dimakan dengan nasi atau jagung bose, melainkan dengan bluder atau roti bolu agak bantat khas Kupang. Kalau tidak ada bluder, roti tawar biasa juga bisa dipakai untuk mendampingi karmanachi.

Jagong_bose

Hidangan khas lain yang cepat habis saking larisnya siang itu adalah lawar. Lawar kupang ternyata sangat berbeda dengan lawar bali. Lawar kupang malah agak mirip kimchi dari Korea. Berbagai sayur mentah - daun bawang merah yang masih muda dirajang kasar, tomat, dan cilantro (daun ketumbar, di NTT disebut daun kuenter) - dalam saus asam-pedas dari irisan cabe rawit, dan air jeruk nipis. Dalam waktu singkat, dua kontener besar lawar habis tandas diserbu para JS-ers.

Di NTT sana, uniknya, lawar juga dimakan tanpa nasi untuk pendamping minum tuak. Sama dengan karmanachi yang dimakan dengan bolu, makan lawar sebagai pendamping minum tuak agaknya memerlukan acquired taste untuk menikmatinya.

Lawar_kupang

Secara umum kami berkesimpulan bahwa hidangan NTT sangat mirip dengan masakan Manado. Misalnya, siang itu kami disuguhi sup yang disebut kerapu kuah belimbing. Penampilan dan rasanya sangat mirip dengan ikan kuah asam yang khas Manado. Begitu juga jajanannya sangat mirip. Ada panada, lalampa, puding karamel, dan lain-lain lagi. Yang sangat khas adalah emping jagung Rote yang mirip cornflake.

Dalam pembahasan sebelumnya, berdasarkan deskripsinya banyak di antara kami yang ‘mencurigai’ bahwa daging se’i ini mirip dengan biltong, daging asap berbumbu khas Afrika Selatan. Bagi saya biltong lebih mirip beef jerky atau dendeng yang siap dimakan tanpa diolah lagi menjadi bentuk hidangan lain. Alot-alotnya biltong juga membuatnya lebih mirip beef jerky.

Tetapi, seorang JS-er yang tinggal di Afrika Selatan, Berty Elling, sempat ‘bersaksi’ bahwa menurutnya daging se’i lebih empuk dibandingkan dengan biltong. Hal yang sama dikemukakan pula oleh Andis Faizasyah, JS-er lain yang juga tinggal di Afrika. Menurut Andis, biltong adalah makanan para penjelajah di masa lalu yang membawa daging asap yang awet itu dalam perjalanan jauh mereka.

Supremasi daging se’i dibanding biltong juga diperkuat oleh testimonial yang diberikan oleh Eugene Galbraith, Komisaris Utama Bank BCA yang pernah menyatakan kepada saya bahwa ia penggemar daging se’i dan punya keyakinan bahwa masakan khas Kupang ini punya peluang untuk diangkat sebagai salah satu masakan Indonesia di forum kuliner internasional.

Nah, mau tunggu apa lagi?

Klik disini buat film tentang masak daging se’i.

**********************************************************************************

RECEPT:

Daging Sei Fuga/Sis Tunu Fuga
Roerbak van gerookt rundvlees

Ingrediënten :

  • 1,5 kg daging sei
  • 11 cherrytomaatjes
  • 7 teentjes knoflook
  • 3 rode lomboks
  • 7 rawits
  • 1 klein bosje kemangi
  • 5 bosuitjes
  • 3 eetlepels plantaardige olie
  • 3 daun jeruk
  • 3 daun salam
  • 1 eetlepel geraspte gula lempeng
  • sap van 1 jeruk lima
  • zout

Bereiding :

  • Snijd het vlees in dunne plakjes.
  • Snijd de tomaatjes doormidden. Pel de knoflook en maal de teentjes fijn in een cobek. Verwijder de steeltjes en de zaadlijsten van de lomboks en snijd ze fijn. Snijd de kemangiblaadjes van de takjes en snijd de bosuitjes in ringetjes.
  • Verhit de olie in een wajan en fruit hierin de fijngemalen knoflook ongeveer 1 minuut.
  • Voeg de daun jeruk, de daun salam, de palmsuiker, de lomboks en de rawits toe en roerbak alles ongeveer 2 minuten.
  • Doe het vlees, het jeruk-limosap en ongeveer 5 eetlepels water erbij. Roerbak alles nog ongeveer 3 minuten.
  • Doe de tomaatjes, de kemangiblaadjes en de bosuitjes erbij, voeg wat zout naar smaak toe en laat alles sudderen tot het vocht is verdampt.

Daging_sei_fuga

Klik hier voor een filmpje over het bereiden van de daging se’i.

August 2nd, 2005

Paspor Belanda, Aku Tetap Indonesia

Posted by flobamora in Netherlands

Oleh
Yuyu A.N. Krisna Mandagie

TILBURG—Kota ini terletak di Belanda bagian Selatan. Pusat agama Katolik. Biara-biara besar terdapat di kota ini. Orang-orang Belanda di kota ini penganut Katolik yang sangat taat. Penyebaran agama Katolik ke Indonesia diatur oleh Gereja Katolik di kota ini. Pada tahun 1893, lebih seabad yang lalu, biarawan dan biarawati memulai misinya di Indonesia Timur.
Di Tilburg, tinggal Liani, Gert Jan dan kedua putri mereka yaitu Intan dan Kristal.
Gert Jan, insinyur tamatan TU Delft, waktu berlibur ke Indonesia berkenalan dengan Liani, putri seorang pengusaha di Jakarta. Hubungan cinta mereka berjalan mulus melalui surat-menyurat dan telepon.
Liani waktu itu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta. Sebagai putri bungsu dari dua bersaudara, ia disayang dan sangat dimanja ayahnya. Tetapi karena ayahnya kawin lagi setelah ibunya meninggal, Liani tidak bisa menerima keadaan ini. Dia menjadi gadis pemurung yang terus menerus mengasihani dirinya sendiri.
Kehidupan Liani sangat mewah. Ke kuliah dia menyetir sendiri Honda Civic, yang awal tahun 1980-an sangat terkenal di Indonesia. Hotel Hilton adalah tempat mangkal Liani dan teman-teman dari golongan the haves. Saat berenang di kolam renang hotel ini Liani berkenalan dengan Gert Jan, yang kemudian menjadi tempat curahan hatinya.
Beberapa kali Gert Jan ke Jakarta karena tugas kantor, sekaligus wakuncar (wajib kunjung pacar). Ayah Liani setuju atas pilihan anak gadisnya. Setelah setahun berpacaran Liani dan Gert Jan menikah. Karena keduanya Katolik, mereka diberkati di Gereja Katedral di Lapangan Banteng, Jakarta, dihadiri keluarga kedua belah pihak. Ibu Gert Jan datang dari Amerika. Resepsi diselenggarakan di Hotel Hilton.
Liani sangat bahagia, karena dengan penikahan itu berarti Liani tidak lagi tinggal di rumah bersama ayah dan ibu tiri.
Itu ceritera masa lalu. Kini ceritera Liani menjadi lain.
Pertama kali di Belanda, Liani dan Gert Jan tinggal di Tilburg. Beberapa tahun mereka hidup bahagia hingga saat ibu mertua Liani memutuskan kembali ke Belanda setelah beberapa tahun di Amerika. Sejak itu hidup Liani mulai terganggu. Dia tidak mau ada orang lain dalam kehidupan Gert Jan, laki-laki yang sangat dicintainya. Sikap itu sama tatkala ayahnya menikah lagi. Liani tak rela ada orang lain dalam kehidupan ayahnya selain dia sendiri.
Direcoki Mertua
Ibu mertua Liani selalu mencampuri urusan rumah tangga mereka. Dan Gert Jan sangat memihak pada ibunya. Sementara usaha ayah Liani di Indonesia mengalami kerugian. Ini pukulan yang berat bagi Liani.
Untunglah kehadiran kedua anak buah cinta dengan Gert Jan, Intan dan Kristal, menghidupkan semangat Liani. Tetapi ibu mertua merecoki cucu-cucunya dengan tata cara kehidupan barat. Mertuanya sering membandingkan Belanda dengan Indonesia, dan mengecilkan Indonesia. Liani tidak terima karena dia sangat mencintai Indonesia.
Gara-gara intervensi mertua makin gawat, mereka pindah ke Amsterdam, tetapi Gert Jan malah makin jauh dari Liani dan lebih dekat pada ibunya. Dan ini merisaukan Liani. Dia merasa berhadapan dengan kubu mertua dan suaminya.
Liani sangat peduli pada Indonesia. Kegiatan apa saja yang menyangkut Indonesia, dia selalu hadir. Bayangkan saja, dalam sidang M. Said, pilot Garuda yang didakwa menyelundupkan ekstasi, di Pengadilan Amsterdam, dia selalu hadir. Perkembangan Indonesia selalu diikutinya lewat internet, televisi dan koran. Setiap berita miring tentang Indonesia selalu diprotes.
Pernah dia menelepon aku meminta pastor agar datang melayani dia. Aku memberikan nomor telepon pastor Indonesia. Dia menelepon pastor itu, tetapi pastor tidak merespon Liani. Liani marah besar padaku.
”Apa aku dikira gila? Aku tidak gila. Aku ingin memperoleh hak untuk mendidik kedua anakku secara Indonesia, bukan tata cara barat seperti mertuaku dan suamiku. Kenapa kalian tidak dapat menolongku? Aku ini orang Indonesia walaupun pasporku Belanda,” kata Liani.
Akibat sikapnya ini Liani mencari jawaban dengan gonta-ganti gereja. Dari gereja Katolik pindah ke gereja Prostestan. Liani tidak menemukan apa yang dicarinya, lalu dia pindah ke gereja kharismatik.
Untunglah Intan dan Kristal tumbuh menjadi remaja yang manis dan pandai di sekolah. Ini satu-satunya hiburan dan harapan. Liani mengharapkan mereka dapat menjadi aktris sinetron di Jakarta. Rasanya sulit, karena mereka bukan warga negara Indonesia.

August 1st, 2005

Pekan ini, penerbangan perdana Trans Nusa

Posted by flobamora in Travel

 

* Layani rute Kupang-Ruteng dan Kupang-Alor

Kupang, PK

Perusahaan penerbangan Lion Air menurut rencana mulai melayani penerbangan perdana ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/8). Sementara Trans Nusa Air akan memulai penerbangan di wilayah NTT hari Kamis (4/8). Rute yang akan dilayani Trans Nusa Air pada penerbangan perdana, yakni Kupang-Ruteng dan Kupang-Alor. Menurut salah seorang staf Trans Nusa Air- Kupang, Dece, launching penerbangan Trans Nusa Air akan dilakukan hari Rabu (3/8), dan penerbangan perdana di NTT akan dimulai hari Kamis (4/8).

Direktur Utama (Dirut) PT Trans Nusa Air Services-Kupang, Juvenille Jodjana, pada saat peresmian Kantor Layanan Trans Nusa Air - Kupang, Senin (25/7) lalu, mengatakan, Trans Nusa Air akan berkonsentrasi melayani penerbangan antar-daerah di NTT seperti Kupang-Alor, Kupang-Ende, Kupang-Maumere, Kupang-Ruteng. Menurut Juve, layanan Trans Nusa Air di NTT akan menggunakan pesawat Turbopropeller yang diproduksi tahun 1990 jenis Air Transportation Regional (ATR) 42 dengan kapasitas 46 tempat duduk. Pesawat ini dilengkapi teknologi terbaru, yang membuat penumpang lebih nyaman dan aman.

Maskapai penerbangan swasta nasional, Adam Air yang menghentikan sementara penerbangan ke Kupang mulai tanggal 27 Juli lalu hingga saat ini belum memberikan informasi jelas kapan mulai kembali melayani penerbangan ke NTT. Sejauh ini diketahui bahwa penghentian sementara penerbangan Adam Air ke NTT dalam rangka reschedule atau pengaturan jadwal penerbangan.

District Manager

Soal berapa lama Adam Air jedah dari NTT, Windy mengaku belum tahu. "Kita belum bisa memastikan karena belum ada kejelasan dari manajemen. Jangan sampai kita katakan minggu ini ternyata tidak jadi. Kita tidak ingin memberi janji kepada masyarakat sebelum ada kepastian dari manajemen. Namun, Adam Air tetap komit untuk melayani NTT," katanya.

Adam Air - Kupang, Erna Purba, melalui salah seorang stafnya, N Windy Soliwoa, membenarkan penghentian sementara penerbangan Adam Air ke NTT dalam rangka penataan kembali jadwal penerbangan. "Kebijakan ini diambil manajemen setelah mendapat masukkan dari masyarakat. Namun, yang jelas dalam waktu dekat kita segera beroperasi kembali," kata Windy, saat dihubungi hari Senin (1/8).

Sementara Lion Air sesuai rencana melakukan penerbangan perdana pada Jumat (5/8), rute Kupang-Surabaya mulai pukul 07.00 Wita dengan tarif Rp 517.000,00.

« Previous Page
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: