Orang Kupang, Maumere & Ende
Tersebutlah 3 sahabat yang berasal dari kota berbeda. Ali dari Ende, Yosep dari Maumere dan Samuel dari Kupang. Mereka bertiga sama-sama kuliah di sebuah perguruan tinggi di kota Jogja. Suatu hari, mereka bertiga sedang asik ngobrol sembari menikmati moke (minuman keras khas NTT) di kost si Ali. Mulailah obrolan ala NTT…
Yosep: Maumere memang keren. Kamu dua bayangkan saja, kalo di Ende kekurangan ikan, pasti ngambil lagi dari Maumere.
Begitulah Yosep memulai aksi sombong-sombongan antara kota.
Samuel: Itu saja kau bangga. Kau bayangkan di Kupang tuh ikan-ikannya paling bermutu. Dia pung (punya) besar sa (saja) kalo kau jalan dari ekor sampe kepala bisa makan waktu satu hari!
Samuel yang merasa lebih tinggi karena berasal dari ibukota Propinsi pun tidak mau kalah. Ia semakin tinggi membual. Ali yang dari tadi hanya mendengar saja akhirnya tidak kehabisan akal. Ia pun membalas omongan Samuel..
Ali: Wah kalo di Ende lebih parah lagi. Kami punya kuali (wajan) yang besarnya seluas lapangan sepak bola dan ibu-ibu bergantian memasak setiap hari.
Yosep dan Samuel terkejut dan sontak bertanya, “Untuk apa tuh kuali????!!”
“Untuk masak orang Kupang pung ikan toooohhh…” jawab Ali kalem.
Iye ye.. besarnya ikan aja kalo diukur dengan jalan kaki, bisa makan waktu satu hari.. gimana masaknya coba? Hohehohehohehhohe.
