Bae sonde Bae

October 4th, 2006

JOB VACANCIES: Teknik Sipil u Kupang

Posted by flobamora in Current Affairs

JOB VACANCIES
Save the Children (SCUK) is a leading international NGO working to create a better world for children. We are seeking experienced national staff to work for a primary education project in NTT funded by AusAID as part of the Australian Governmentâ€(tm)s official overseas aid program. The following positions are available:

CONSTRUCTION ENGINEER
(Code: CE-WT, 1 post based in Kupang, West Timor)
Under the guidance and supervision of the Education Advisor, the Construction Engineer will be responsible for land clearing, designing, planning and supervising the construction of 15 semi-permanent primary schools (Grades 1-3) in under-served communities of West Sumba and Kupang districts.

MAIN DUTIES:
§ Develop, strategize and develop work plans to ensure timely and appropriately implementation of the project
§ Produce drawings/plans of semi-permanent schools with detailed costings of materials, tools and equipment required
· Develop appropriate tools and mechanisms for monitoring quality of construction and progress
§ Monitor the quality and quantity of construction materials, tools and equipment procured by the construction companies

REQUIREMENTS:
§ Bachelorâ€(tm)s degree in Civil Engineering with 5 years experience in construction/ design of public facilities using local materials
· Experience in logistics and financial management
· Willingness to travel frequently between West Sumba and Kupang

Please send application stating relevant experience, code and specific location of position applied for, along with CV to the postal or email address below by 10 October 2006. Only short-listed candidates will be notified. Due to urgent need, applications will be reviewed on a daily basis and candidates may be interviewed and position filled before the closing date.

Office Manager SCUK
Jl. Merpati Tenukiik, #10
Atambua Kota
Fax : 0389 â€" 22513
putu.juliani@ gmail.com

All recruitment practices and procedures reflect Save the Children UKâ€(tm)s commitment to protecting children from abuse.

October 4th, 2006

JOB VACANCIES ke 2 - Sumba Barat

Posted by flobamora in Current Affairs

JOB VACANCIES Save the Children (SCUK) is a leading international NGO working to create a better world for children. We are seeking experienced national staff to work for a primary education project in NTT funded by AusAID as part of the Australian Governmentâ€(tm)s official overseas aid program. The following positions are available: . FIELD LOGISTICS/ADMIN OFFICER (Code: LO-NTT, 1 post based in West Sumba) Under the management and supervision of the Programme Manger, Field Logistics/Admin Officer will be responsible for providing logistical support and procurement, as well as administrative services, for the office and projects in West Sumba. MAIN DUTIES: § Supervise housekeeper, drivers and security staff in day to day operations § Control and maintain proper records of car registrations and permits, vehicle use, fuel consumption and monthly services § Maintain asset inventory control system and manage procurement and storage § Provide reception functions, arrange travel and meeting arrangements and administration functions REQUIREMENTS: · Minimum of 2 years experience in logistics and/or administration with sound knowledge of MS applications § Sound communication skills in English and Bahasa Indonesia Please send application stating relevant experience, code and specific location of position applied for, along with CV to the postal or email address below by 10 October 2006. Only short-listed candidates will be notified. Due to urgent need, applications will be reviewed on a daily basis and candidates may be interviewed and position filled before the closing date. Office Manager SCUK Jl. Merpati Tenukiik, #10 Atambua Kota Fax : 0389 â€" 22513 putu.juliani@ gmail.com All recruitment practices and procedures reflect Save the Children UKâ€(tm)s commitment to protecting children from abuse.

October 4th, 2006

JOB VACANCIES - Sumba Barat

Posted by flobamora in Current Affairs

JOB VACANCIES
Save the Children (SCUK) is a leading international NGO working to create a better world for children. We are seeking experienced national staff to work for a primary education project in NTT funded by AusAID as part of the Australian Governmentâ€(tm)s official overseas aid program. The following positions are available:

FIELD FINANCE OFFICER
(Code: FFO-NTT, 1 post based in West Sumba)
The Field Finance Officer reports to the Programme Manager and is responsible for implementing and undertaking financial, accounting and cashiering activities, supports budgeting activities and supports the programme in maintaining efficient financial systems/records.

MAIN DUTIES:
§ Undertake financial, accounting and control activities of field office in order to ensure project activities can run effectively, efficiently and with appropriate confidentiality
§ To support Programme Manager in performing budgeting preparation and budget monitoring to ensure the implementation of the budget is in line with SCUK policies and guidelines
§ To support Programme Manager in preparing required financial reports for all related parties both internal and external, in order to ensure the provision of accurate and timely financial information
§ Perform cash, bank and payment activities and support payroll process in order to ensure the activities can support the programme operations effectively, efficiently and properly

REQUIREMENTS:
§ Bachelorâ€(tm)s degree in finance/accounting
§ Minimum of 3 years of experience in finance or related field with INGO(s)
§ Strong communication skills in English and Bahasa Indonesia

Please send application stating relevant experience, code and specific location of position applied for, along with CV to the postal or email address below by 10 October 2006. Only short-listed candidates will be notified. Due to urgent need, applications will be reviewed on a daily basis and candidates may be interviewed and position filled before the closing date.

Office Manager SCUK
Jl. Merpati Tenukiik, #10
Atambua Kota
Fax : 0389 â€" 22513
putu.juliani@ gmail.com

All recruitment practices and procedures reflect Save the Children UKâ€(tm)s commitment to protecting children from abuse

October 1st, 2006

Nostalgia Flobamora 1

Posted by flobamora in Nusa Tenggara Timur

Logo_sh_4

Pengantar Redaksi
Pada tahun-tahun awal terbitnya Sinar Harapan, sebuah novel berjudul Sang Guru, karya Gerson Poyk dimuat bersambung. Novelis itu yang juga seorang guru di Bima, NTB (ketika itu Bima masuk Karisidenan Timor) kemudian menjadi wartawan Sinar Harapan. Sebuah kenangan yang paling tak bisa dilewatkan, yaitu dialah yang pertama kali menggunakan istilah Kabinet Seratus Menteri untuk menjuluki kabinet yang berganti-ganti pada masa akhir pemerintahan Soekarno. Kini, Sinar Harapan menandai kelahirannya kembali juga dengan memuat novel terbaru Gerson, Nostalgia Flobamora.
Selamat Menikmati.

1. Buku kenang-kenangan masa kecilku ini kutulis untuk memperingati seekor anjing kesayanganku yang sangat setia mendampingiku kemana aku pergi. Diwaktu aku mandi di mataair Mbaumuku di Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai di Flores Barat, anjing kesayanganku ikut mandi, ketika aku mencabut rumput menyiangi ladang jagungku,ia menungguku. Ketika aku membaca kejayaan dan kejatuhan Napoleon serta kekejaman Kaisar Nero, anjing kesayanganku tidur di kakiku. Ketika otak di kepalaku berurusan dengan kebuasan manusia dalam sejarah kakiku mengusap-usap sebuah kelembutan yang justru dating dari binatang.
Aku masih mengenang sampai hari ini, betapa hancurnya hatiku ketika suatu pagi ketika aku keluar dari halaman dan berjalan beberapa meter menuju sekolah aku melihat anjingku berdiri kemudian berjalan pelan-pelan mendekatiku dan ketika ia mendekat, aku melihat tulang punggungnya telah putus dibelah orang dengan parang. Ia berjalan pelan sekali tidak perduli padaku.
Terbayang olehku, biasanya ia berlari menemuiku lalu melompat dan memelukku dengan suaranya yang riang dan menjilat-jilat tanganku. Bayangan itu membuat aku menangis mengusap-usapnya kemudian menyuruhnya pulang. Begitu ia melangkah pelan-pelan me nuju rumah aku jadi optimis bahwa ia akan sembuh.
Tulang punggungnya yang putus akan tersambung kembali bilamana ia beristirahat dan diberi makan yang bergisi tinggi. Dengan paru-paru yang tampak ia berjalan memasuki halaman rumah lalu berjalan menuju kolong bale-bale bamboo tempat aku selalu duduk atau berbaring sambil membaca riwayat hidup Napoleon dan sebuah buku terbitan Balai Pustaka yang berjudul “Iman dan Pengasihan “ yang mengisahkan kekejaman Kaisar Nero terhadap umat Nasrani di Roma.
Duduk di kelas menghadapi pekerjaan berhitung, aku membayangkan jarum, benang dan kawat untuk menyambung kembali tulang punggung anjingku yang putus itu.
Selain anjing kesayanganku, kenang-kenangan masa kecilku ini terutama kutulis untuk memperingati ayah dan ibuku yang dengan susah payah, penuh kasih sayang membesarkan anak-anaknya, termasuk aku. Yang paling membikin aku bangga pada ayahku ialah bahwa ia menerima anak-anak tirinya, membesarkan mereka, menyekolahkan mereka hingga mereka bisa hidup mandiri.
Yang perempuan kawin dengan orang baik-baik dan yang laki-laki menjadi polisi. Hanya abang tertua yang menjadi tentara yang tidak pernah tinggal dengan kami karena dari rumahnya ia langsung masuk KNIL, dilatih di Purworejo. Ia seangkatan dengan Pak Harto.
Menjelang masuknya Pak Jepang, Pak Harto berpangkat kopral sedangkan abangku sudah sersan. Ketika Jepang mendarat, putuslah hubungan kami dengannya. Di saat sang Merah-Putih berkibar di Indonesia timur, abangku muncul dari hutan gerilya sebagai tentera republik di Sumut.
Ayahku dengan caranya mengantar aku ke pintu gerbang negeri imajinasi sedangkan ibuku dengan caranya pula menuntun imajinasiku ke program-program etis baik dalam tulisan-tulisanku, baik dalam perbuatan praktis dalam masyarakat.
Dengan lain kata ayahku mendorong aku untuk berani mengambil resiko pengembaraan dalam hidup ini, berani untuk hi dup bukan berani mati sedangkan ibuku yang selalu hidup dalam jiwaku, selalu menuntun imajinasiku ke te ngah kebun untuk menanam padi, jagung, ubi, labu dan sebagainya.
Dikemudian hari ketika aku berenang dalam dunia sastra dan filsafat aku mengenang motivasi yang diberikan ayahku.
Ketika aku menulis conceptual tool untuk operasi kemanusiaan, yang berupa kebutuhan maksimum seorang individu yang diambil dari tanah pertanian dan alam, maka ibukulah yang memberi jalan padaku.
Ketika aku menjadi dewasa dan mengembara ke seluruh Indonesia, ketika aku terbang di atas samudera dan benua dan ngelayap di kota-kota dunia, o Tuhan , dimana-mana kudengar derita dan ratap tangis keterasingan urban.
Ketika aku melakukan ekspedisi tunggal mendaki puncak-puncak pegunungan filsafat, ketika itu ibu yang hidup dalam jiwaku menuntun imajinasiku yang terbang dari landasan kategori pengertian rasional yang bersentuhan dengan laboratorium dunia yang menghasilkan pramida besar dan cerobong-cerobong asap industri, menuju ke dunianya sayap-sayap kategori kemerdekaan yang disebut moral, keabadian dan Tuhan.
Di bawah siraman hujan ibu menanam jagung dan sayuran untuk kesehatanku. Itulah kenangan yang paling meresap untuk kemudian, ketika aku menjadi sastrawan, aku sangat yakin bahwa untuk menjadi orang bermoral, perlulah orang kembali ke tanah yang membentang luas di tanah air untuk diolah untuk jadi sawah lading dan padang pengembalaan.
Ayah dan ibuku membawa aku ke suatu perjalanan panjang dari possibility ke probability dan implementasi. Keduanya mempunyai pengabdian tanpa pamrih buat anak-anaknya.
Seperti diketahui, orang-orang di pulau kelahiranku Rote bukanlah petani yang menanami tanaman perdagangan dan industri. Mereka menanam padi, jagung dan sebagainya untuk dimakan sendiri.
Kebanyakan orang Rote menyimpan tiga tahun panen padi di lumbung karena untuk hidup sehari-hari mereka minum gula lontar dan lauk ikan dan sayuran seperti daun kelor, daun papaya dan daun bawang. Itulah yang membuat orang Rote sangat subsisten.
Berabad-abad pulau Rote yang kecil memberikan segalanya untuk penduduknya, sehingga mereka tidak perlu tergantung pada ekonomi uang.Memang ada apa yang disebut ekonomi lontar (gula, balok, anyaman), tapi ekonomi lontar tak membuat orang Rote memegang banyak uang. Mereka tak risau karena makanan dan pakaian yang ditenun sendiri selalu tersedia. Begitu pula dengan tenaga menggarap sawah.Ada begitu banyak kerbau yang dapat merencah (menginjak-nginjak sawah sampai menjadi lumpur).

(Bersambung)

« Previous Page
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: