Bae sonde Bae

January 20th, 2008

BAGI SEMUA YANG MASIH SINGLE MAUPUN YANG MERIT

Posted by flobamora in Religion

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik,
ia mempunyai
banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak
sehingga antara
emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari
raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada
seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu
mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas
terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu
sehingga sulit
sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang
kuningan, lalu mana yang
emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat,
namun ada
peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah
memilih dan mengambil satudari emas itu, mereka tidak
boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas
hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan,
mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat
pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan
menambah dan
memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil
mengelu-elukan rajanya.
Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu
dari mereka dengan
berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu
yang diberikan kepada
mereka semua ialah satu setengah hari, dengan
perhitungan setengah hari
untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan
setengah hari lagi
untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan
emas tersebut,
karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama
diantara mereka.
Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit
mencoba bertanya
kepada salah seorang rakyatnya! , "apa yang kau
amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan
waktumu disini?", jawab orang itu
"tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus
mendapatkan emas 24 karat
itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24
karat itu tidak
pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas
ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan
waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu
saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada
ditanganku begitu waktuku habis".

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang
yang tampan,
melihat perangainya ia adalah seorang kaya,
bertanyalah prajurit itu
kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini,
bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang
kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa
mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah
keuntunganku".

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu
dari mereka, maka
tampak oleh nya seseorang, yang sejak satu hari ia
selalu menggenggam
kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa
engkau diam
disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau
tekadmu sudah bulat
untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan
prajurit itu, orang ini
hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau
engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga
engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang
itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran,
lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar
pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu
menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak
pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan,
tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu,
berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini
hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa
engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau
kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu
lagi.
"Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut
saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana
yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24
karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja
untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih
penting" jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?",
"bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat
saya,
karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu
bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan"
prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari
orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi
pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas
yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil
emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang,
selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi,
"saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah
hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil
keputusan! , jika saya gantikan emas ini dengan yang
lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari
punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada
raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya
emas yang murni",

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir
sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri
ditempat yang tinggi sambil berkata
"wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau
genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai
dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan
menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika
didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat
hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata
raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin
memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa
sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada
kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah
karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu
setengah hari, setengah hari
yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian
semua untuk
merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang
kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang
sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk
menanyakannya".

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu
mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia
dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas
rakyatnya.

dikutip dari :
Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli:
When We Have to Choose
Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi
diri dalam
mencari pasangan hidup :

1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar
(setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh
tapi manusia tidak ada yang sempurna,jangan lupa
emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang
tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik
Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya
tentang pasangan Anda.

2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum
menikah (setengah hari
untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal,
si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah
bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat.
Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan,
sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi
pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu
kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi
jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan
dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara
objektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan
komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan),
dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda
tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda
menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak
merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda
menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda
mengusahakan perubahannya atau tidak,

"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak
pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika
dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah
dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin)
Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah
hubungan yang tidak sehat, berarti banyak
kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda
yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan,
sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu
selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini
Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk
memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan,
akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk
memutuskan)
Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah
mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir
untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika
ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan
orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak
pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak heran
banyak terjadi perselingkuhan.
Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda
sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan
rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.

Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan
Anda, dan Dia yang
paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian
bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu
bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???,
ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah
dia karena
sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah
setengah hari terakhir
yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak
boleh menukar atau
meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan
Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan
berikan.
Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda
komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang
memiliki hati setiap manusia. .

January 14th, 2008

Dicari: Istri Suka Shopping

Posted by flobamora in Internet, fun & other

Sekumpulan pria berada di ruang ganti di salah satu tempat gym
terkemuka dan eksklusif di pusat kota. Tiba2 terdengar deringan hp di penjuru ruangan itu. Salah satu dari pria itu menjawab panggilan
tersebut dan terjadilah obrolan berikut:

"Hallo?"
"Abang, ini ayang."
"Eemmmmm…."
"Abang masih di tempat gym ya?"
"Iya…"
"Ayang sekarang lagi ada di mall dekat tempat gym abang. Ayang liat
Louis Vuitton punya koleksi tas baru. Harganya murah kok, cuma 7 juta
aja… Boleh beli nggak, Bang?"
"O.K, beli aja kalau kamu memang suka."

"Ahhhhh….thanks abang, dan tadi sebelon ayang kesini, ayang ke
pameran mobil dan liat mobil Mercedes terbaru. Ayang suka banget
dengan modelnya, dan ayang juga sudah ngobrol dengan penjualnya, dia setuju mau kasi ‘good price’. Lagian kan bagus juga kalo mobil BMW yg kita beli tahun lalu itu ditukar dengan yang baru."
"Berapa harga yang dia kasih?"
"Lagi harga promo, jadi cuma 550 juta aja, bang…"
"O.K lah,  pastikan harga itu sudah ‘on the road’."

"Great, ada 1 lagi, bang."
"Apa?"
"Tadi pagi ayang iseng-iseng singgah ke agent real estate dan ternyata rumah yang kita liat2 kemarin itu ternyata dijual..!!! Abang ingat ga?? Rumah seluas 1000 meter di Kebayoran Baru yang ada kolam renang berbentuk love, trus ada taman orchidnya dibelakang rumah yang berhadapan lapangan tennis itu, dan yang garasinya muat 4 mobil itu….Cantik kan bang?"
"Berapa harganya?"
"Cuma Rp 10 milyar aja. ok kan harganya?"
"Ya sudah, kalo kamu bisa tawar jadi Rp 8,5 milyar, beli aja…"
"OK abang sayang, terima kasih bang. Sampai nanti malam ya?? I luv u."
"Bye…i luv u too."

Pria itu berhenti ngomong dan menutup flip hp nya.
Sambil mengangkat tangan dan memegang hp itu, dia bertanya pada orang2 yang di ruangan tersebut dan dengan suara keras dia bilang gini :
"ADA YANG TAU NGGAK, INI HANDPHONE PUNYA SIAPA !!???"

January 12th, 2008

Silence Is Golden

Posted by flobamora in Religion
Silence Is Golden

Remaining Calm, Cool and Collected

by Joyce Meyer

As Christians we basically have two lives. We have an outer life, which is our reputation with people, and an inner life, which is our reputation with God.

This means that we can be doing one thing on the outside and something totally different on the inside at the same time. It also means that no matter how upsetting things may get around us, we can remain calm, cool and collected.

In a deep body of water like the ocean there can be a storm going on outside causing all sorts of waves on the surface. But if you go down deep, the water will be as still and quiet as if there was no storm at all. When something disturbing is going on outside us, it can affect us inside, upsetting our mind and emotions and causing “waves” of anxiety, fear and frustration.

In order to keep those stressful feelings from getting into the deep waters of our spirit, we need to bring our body and soul in agreement with the stillness of our inner man, where the Spirit of God dwells. In other words, we choose to walk in the Spirit remaining calm in spite of adverse circumstances. Although this is not always easy, there are certain things we can do to help make a habit of experiencing God’s peace and quiet—inside and out.

Eliminating the “Ifs”
The first thing that helps us tap into the “golden silence” of God’s peace, is to stop making excuses and accept the fact that it’s our responsibility to keep ourselves calm. One of my favorite authors Watchman Nee said, “To aspire to be quiet or calm is the responsibility of every believer.”

We like to think that we just can’t help being upset, blaming it on the devil or our circumstances—if my kids would just behave…if I had more money…if I had a better boss…. The truth is, if we choose to be controlled by God’s Spirit, which is peaceful and quiet, we will not be controlled by our “stormy” flesh. When we allow our emotions to be stirred up by unpleasant circumstances, we are in danger of missing the leading of God and being led by our feelings.

I remember when God showed this to me very clearly from an example in my own life. When my children were little, it wasn’t unusual for me to throw an emotional fit about whatever they were doing that bothered me at the moment. When I finally finished yelling at them, I would always feel guilty about my behavior and start apologizing to God saying, “I’m so sorry, I just can’t help it.”

One day God responded by telling me I could help it. He said, “What if your pastor came to the door while you were in the middle of a fit?” I knew immediately that no matter how upset I was, I would go to the door with a big smile on my face and say, “Well Pastor, praise the Lord, I’m so glad you came by!”

Even though I would be frustrated and angry on the inside, I would choose to portray something very different on the outside. It’s not unusual for us to show one thing to God and another thing to people. That’s what I mean when I say we have two different lives. God wants us to be real through and through so that what people see on the outside is really who we are on the inside (see Matthew 23:25-28).

Keeping a Quiet Spirit
We can make a habit of following the leading of God’s Spirit by keeping our inner man quiet when things around us become difficult or confusing. If we keep our spirit quiet, then we can easily hear the voice of His Holy Spirit. As a result, even in the midst of trouble we will be able to hear and obey the Lord. God has not given you and me the ability to control all of our circumstances, but He has given us the ability to control ourselves (see Galatians 5:22,23).

If we allow ourselves to get upset and be led by our emotions, we become “yo-yo” Christians up one minute and down the next. I know because that’s the way I was for many years. My level of joy and peace depended on what was going on around me. The enemy loves it when we live in the flesh, saying and doing all kinds of things based on how we feel. If he can steal our peace, he knows that he can get us to do all kinds of things we will regret later and make wrong decisions that will lead to other problems.
Adorning Ourselves with Peace
If we want to glorify our Father in heaven, we must pay close attention to what is going on in our inner man, maintaining our peace and reflecting that to both God and men. First Peter 3:3,4 says, Let not yours be the [merely] external adorning…But let it be the inward adorning and beauty of the hidden person of the heart, with the incorruptible and unfading charm of a gentle and peaceful spirit, which [is not anxious or wrought up, but] is very precious in the sight of God. We can look great on the outside, but if we are worried and anxious on the inside we are not glorifying God.

In verses 10 and 11 it says, For let him who wants to enjoy life and see good days [good whether apparent or not] keep his tongue free from evil…Let him search for peace (harmony; undisturbedness from fears, agitating passions, and moral conflicts) and seek it eagerly…. When I saw in this scripture that it was my job to search for and seek peace, I realized that I would need to discover what was stealing it from my life before I could find it.

So I began praying and asking God to show me things that were allowing the enemy to rob me of peace. I was desperate and willing to do anything to live in peace. Are you willing to do whatever is necessary to experience inner peace? If so, then you will also have to go through the process of letting God show you what is hindering His peace in your life.

It could be a bad attitude, an area of disobedience or unforgiveness, or something you need to give up. Did you know that you could even have a bad habit of living in turmoil? I grew up in a household that was in constant turmoil and when I first began to get a hold of God’s peace for my life, I actually went through a period of time when I was bored. I didn’t know what to do with myself when I didn’t have something to be upset about. Thankfully, now I am just the opposite, I’ve become so accustomed to God’s peace that I can’t stand to live in turmoil.

Establishing a Testimony of Peace
We are quick to quote Bible verses or preach a message, but it’s when we live like believers that people will want what we have before we even open our mouths. Maintaining peace and quiet in our souls, no matter what our circumstances are is one of the greatest testimonies of our faith. No matter what may be happening around you, take responsibility and choose to walk in the Spirit. Stay calm, cool and collected—as a testimony to the God you serve in a world desperately seeking true peace.

http://www.christianrecoveryministries.com/forums/showthread.php?t=8683
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: